Langsung ke konten utama

Unggulan

Bukan Perawan Maria

  Membaca Bukan Perawan Maria karya Feby Indirani memang tidak sekaget saat saya membaca buku keduanya, Memburu Muhammad , waktu pertama kali. Tema kedua buku ini sama yaitu Islamisme magis. Feby selalu membuat cerita yang berakar dari tradisi, mitologi, keseharian hidup berislam yang lekat dalam hal-hal gaib dalam dunia kaum pemercaya.  Ada cerita-cerita yang cukup menohok, misalnya "Baby Ingin Masuk Islam". Karya ini bercerita tentang seekor babi bernama Baby yang menyatakan keinginannya menjadi muslim. Seorang kiai bernama Fikri menyatakan ini pada umat dan ditanggapi dengan shock. Ia terus memperjuangkan agar Baby bisa jadi muslim. Lucunya, ketika Baby akan diislamnkan, seorang umat ingin ikut kiai agar bisa menyicipi dagingnya. Atau cerpen "Tanda Bekas Sujud" yang bercerita tentang orang-orang terobsesi memiliki tanda hitam di dahinya pertanda srajin salat, perempuan yang kehilangan dirinya agar bisa memenuhi standar istri saleh di cerpen "Perempuan yang K

Semua Orang Pandai Mencuri



Kalau mau baca tulisan yang ringan, bisa baca buku Kumpulan Cerpen Esquire ini. Isinya tentang cinta dengan segala permasalahannya: cinta tak sampai, cinta beda gender, cinta yang dikhianati, cinta yang dibumbui hal mistis, dan cinta yang magis.

Mungkin terkesan bias, tapi cerita yang paling saya suka dari kumpulan cerpen ini adalah karya Eka Kurniawan. Tulisannya paling mudah dipahami dan down-to-earth (karena tokohnya bukan si cantik nan kaya yang suka minum wine di resto ternama). Ya, mungkin selera ya, tetapi saya suka dengan cerita yang down-to-earth karena lebih relate gitu.

Cerpennya Eka bercerita tentang dua orang yang bersahabat. Konflik terjadi ketika salah satu tokoh jatuh cinta dengan seorang pria dan rela mengorbankan apa saja untuk pria tersebut. Sayangnya, pria itu tidak setia seperti yang dikira. Akibatnya, tokoh tersebut jadi agak gila. Karena sahabatnya sayang sekali dengan tokoh itu, ia jadi rela melakukan hal yang tidak masuk diakal agar sahabatnya kembali seperti sedia kala.

Ada penulis lain yang menceritakan tokoh yang "klise", seperti menceritakan tokoh dengan kaki langsing, mulus, badan sintal, rambut panjang hitam tergerai. Ada juga yang bercerita dengan alur yang klise, seperti sepasang pria dan wanita yang sedang selingkuh lalu ditelepon oleh pasangannya masing-masing. Ah, males.

Hal yang tidak saya sukai adalah sampul bukunya yang norak. Maaf! Tapi saya malu nih kalau mau kasih lihat ke teman, enggak artsy gitu. Sangat seksuil pula. Apa karena majalah pria, jadi ditujukan untuk memanjakan visual pria? Kayaknya bisa deh dibikin lebih bagus dengan ilustrasi lukisan atau apalah.

Hal pertama yang membuat saya tertarik memang bukan karena sampulnya, tetapi karena ada nama-nama penulis ternama yang saya kenal, seperti Eka Kurniawan, Anton Kurnia, Djenar Maesa Ayu, dan Seno Gumira Ajidarma.

Sepertinya kumpulan cerpen ini sudah tidak dijual di pasaran. Meski saya beli baru dan dalam keadaan disegel, kertas buku cerpen ini sudah menguning. Jadi, kalau menemukan buku ini entah di mana, bisa lah dibaca untuk hiburan.

Komentar

Postingan Populer